Rutan Surakarta Buka Akses Pendidikan Tinggi Teologi bagi Warga Binaan, Gandeng Yayasan dan Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga

    Rutan Surakarta Buka Akses Pendidikan Tinggi Teologi bagi Warga Binaan, Gandeng Yayasan dan Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga
    Dok : Humas Rutan Surakarta

    Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang komprehensif bagi warga binaan. Kali ini, Rutan Surakarta menggandeng Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar serta Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga untuk menyelenggarakan program pendidikan tinggi teologi bagi warga binaan beragama Kristiani.

    Sebagai bentuk kesepahaman dan komitmen bersama, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, Ketua Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar, Harun Nanang Sugiarno, serta Ketua Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga, Dr. Lindin Anderson, Rabu (18/02). Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam membuka akses pendidikan formal berbasis teologi bagi warga binaan di lingkungan Rutan Surakarta.

    Program yang akan diselenggarakan berupa pendidikan Diploma 1 (D-1) Pendidikan Ilmu Teologi, yang secara khusus diperuntukkan bagi warga binaan beragama Kristiani. Melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan secara akademis, tetapi juga pembinaan kerohanian yang diharapkan mampu memperkuat karakter, moral, serta kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat.

    Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Surakarta dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.

    “Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, baik secara intelektual maupun spiritual. Pendidikan teologi ini diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana, ” ujar Bhanad.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pembinaan berbasis pendidikan dan kerohanian merupakan salah satu kunci penting dalam proses pemasyarakatan, karena mampu membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat.

    Dengan terselenggaranya program ini, Rutan Surakarta kembali menegaskan perannya sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pembinaan yang humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan warga binaan yang lebih siap untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

    rutan surakarta pendidikan tinggi teologi
    Kevin Guntur

    Kevin Guntur

    Artikel Sebelumnya

    Karutan Surakarta Isi Kultum Perdana Tarawih,...

    Artikel Berikutnya

    Sambut Ramadhan 1447 H, Rutan Kelas I Surakarta...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sambut Ramadhan 1447 H, Rutan Kelas I Surakarta Gelar Kerja Bakti Bersihkan Masjid Arifin
    Rutan Surakarta Buka Akses Pendidikan Tinggi Teologi bagi Warga Binaan, Gandeng Yayasan dan Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga
    Karutan Surakarta Isi Kultum Perdana Tarawih, Ajak Santri Jadikan Ramadan Momentum Tingkatkan Ketakwaan
    TNI AD Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah
    Dandim 1714/PJ Dukung Pemerintah Daerah Peresmian Gedung Lubung Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak Jaya

    Ikuti Kami