
Rutan Kelas I Surakarta terus berkomitmen dalam membina warga binaan melalui program kemandirian. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah pelatihan merajut, yang bertujuan membekali warga binaan khususnya bagi Warga Binaan Perempuan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi.
Kegiatan merajut yang dilaksanakan pada Senin (22/12) diikuti oleh sejumlah warga binaan perempuan dan dilaksanakan di ruang Bimbingan Kerja (BimKer). Kegiatan pelatihan tersebut, juga dipandu langsung oleh instruktur profesional dari PT Arta Jayendra Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang produksi kerajinan rajut. Dalam program ini, warga binaan diajarkan teknik dasar hingga lanjutan merajut, mulai dari pengenalan alat dan benang, pola sederhana, hingga pembuatan produk seperti tas, dompet, dan aksesoris.
Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan bahwa program kemandirian ini merupakan bagian dari upaya pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat. “Kami berharap melalui pelatihan merajut ini, warga binaan dapat mengembangkan kreativitas serta memiliki peluang usaha mandiri setelah bebas nanti, ” ujarnya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan merajut juga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental warga binaan. Aktivitas ini membantu mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat serta menumbuhkan rasa percaya diri dan disiplin.
Hasil karya warga binaan rencananya akan dipamerkan dalam kegiatan internal rutan maupun dipasarkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dengan adanya program kemandirian merajut ini, Rutan Kelas I Surakarta berharap dapat menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
