Karanganyar — Karanganyar Expo 2025 resmi dibuka pada Sabtu, 22 November, oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto sebagai rangkaian penutup peringatan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang digelar setiap tahun ini kembali menjadi ruang promosi UMKM, inovasi, dan kreativitas masyarakat, termasuk lembaga pemerintahan dan pembinaan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi dan diwakili langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Bayu Noviyanto yang hadir menyaksikan pembukaan expo. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Rutan Surakarta dalam memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan kepada masyarakat luas.

Produk-produk Rutan Surakarta yang dipasarkan dalam Karanganyar Expo 2025 meliputi beragam karya warga binaan, seperti batik, handycraft, tas rajut, kaos sablon, hingga kuliner olahan roti “Nyawiji Roso”. Seluruh hasil karya tersebut diproduksi melalui program pembinaan ketrampilan yang terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Karutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasinya atas kesempatan tersebut. “Partisipasi kami dalam Karanganyar Expo bukan sekadar pameran produk, tetapi juga kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi, kreativitas, dan semangat untuk berubah. Melalui pembinaan kemandirian, kami berharap mereka kelak mampu kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang produktif, ” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan proses reintegrasi sosial. “Semoga melalui expo ini, publik semakin terbuka dan memberikan ruang bagi karya warga binaan. Kolaborasi seperti ini adalah langkah nyata menuju pemasyarakatan yang lebih humanis dan inklusif, ” tegasnya.
Dengan terselenggaranya Karanganyar Expo 2025, Rutan Surakarta berharap produk hasil pembinaan warga binaan semakin dikenal, diminati, dan memberi manfaat ekonomi serta motivasi bagi para pembuatnya.
