Surakarta — Rutan Kelas I Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kali ini, Rutan Surakarta berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kota Surakarta dalam kegiatan “BI Goes to Community” dengan mengusung tema “Peka di Era Digital: Demi Transaksi Aman dan Rupiah Berdaulat.” Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Laras Jiwo dan dihadiri oleh pejabat struktural, pegawai, serta warga binaan, Kamis (02/04).
Sebelum acara dimulai, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta disambut langsung oleh jajaran pejabat struktural Rutan Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, rombongan diajak berkeliling meninjau berbagai program pembinaan unggulan yang telah berjalan. Selain itu, pihak Bank Indonesia juga berkesempatan melihat secara langsung beragam produk hasil karya warga binaan di ruang bimbingan kegiatan, yang menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian.
Memasuki acara inti, kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan, Nopy Sigit, yang mewakili Kepala Rutan Surakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta harapan akan terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menghadapi perkembangan transaksi digital secara aman dan bijak. Ini merupakan bagian penting dari pembinaan agar mereka mampu beradaptasi dan mandiri setelah kembali ke masyarakat, ” ujar Nopy Sigit.
Selanjutnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Pramudya Wicaksana dalam sambutannya menyampaikan kekaguman atas berbagai program pembinaan yang ada di Rutan Surakarta. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk warga binaan, terhadap pentingnya mengenali keaslian uang rupiah serta penggunaan alat pembayaran non tunai.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukatif mengenai cara membedakan uang asli dan uang palsu oleh Ganang Widya, serta pengenalan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS beserta tata cara penggunaannya oleh Melda Nyatajaya. Antusiasme warga binaan terlihat jelas saat mereka turut serta mempraktikkan secara langsung cara mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak sebagai simbol sinergi yang telah terjalin, serta pemberian souvenir kepada warga binaan secara simbolis.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya Rutan Surakarta dalam memfasilitasi Bank Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kedaulatan rupiah serta mendorong literasi keuangan digital di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang.
